Pelaksanaan layanan kesehatan terdiri dari berbagai macam tahapan dan aktivitas. Fasilitas kesehatan (faskes) pun telah sampai pada fase pemanfaatan teknologi digital. Ada beragam sistem, dari pendataan pasien yang lebih cermat, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI). Untuk menjaga mutu layanan, rumah sakit dan klinik wajib mematuhi standar yang telah ditentukan. Sesuai Permenkes No. 24/2022, seluruh faskes wajib mengadopsi sistem Rekam Medis Elektronik (RME) untuk meningkatkan efisiensi, keamanan data, dan integrasi layanan.

Penerapan RME dan Tantangannya

   Rekam medis elektronik merupakan evolusi teknologi dalam menjawab permasalahan manajemen faskes. Penggunaan RME bukan berarti sekedar menggantikan kertas. Ada banyak proses yang bisa berjalan otomatis, sehingga dapat meningkatkan hasil dan efisiensi pemberian layanan.

Studi AHRQ (Cost-Benefit Analysis of Electronic Medical Records in Primary Care, 2005) memperkirakan keuntungan bersih sekitar US$86.400 per dokter dalam lima tahun.

AHRQ Digital Healthcare Research

    Namun, untuk menerapkan sistem ini, pemilik layanan kesehatan bisa jadi menghadapi kendala dan  rintangan. Tingkat kesiapan digital sering kali tidak sama setiap tempatnya. Banyak dokumen dan regulasi harus dipenuhi, keamanan data pasien harus dijamin, dan sistem informasi sering kali belum kompatibel dengan perangkat atau software yang sudah ada. Ditambah lagi, keterbatasan sumber daya manusia dalam mengelola sistem membuat proses ini semakin menantang. Jika hal-hal tersebut tidak terpenuhi, bukan hanya akreditasi yang bisa gagal, tetapi reputasi rumah sakit atau klinik juga dapat terpengaruh dan bahkan menimbulkan risiko hukum.

    Untuk memenuhi standar akreditasi RME, jika hanya mengandalkan proses manual jelas tidak efisien. Faskes, contohnya rumah sakit, membutuhkan sistem yang telah terintegrasi dengan HIS (Hospital Information System) atau SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Sehingga, sistem digital yang ideal bukan sekedar menyimpan informasi medis, namun dapat membantu diagnosa, tindakan, dan pengambilan keputusan dalam pengobatan dan bisnis. Faskes membutuhkan partner teknologi yang benar-benar memahami industri kesehatan, dan tantangan yang menyertainya. Mengenai makna ini, INOCARE sebagai platform Hospital Information System (HIS) dari INOTAL hadir.

INOCARE, Sistem Terintegrasi Solusi Mudahkan Akreditasi RME

    INOCARE adalah platform digital kesehatan yang dirancang agar sesuai dengan standar Kemenkes, sekaligus menjaga keamanan data melalui enkripsi serta sistem akses berbasis peran (role-based access). Tidak hanya itu, INOCARE juga mendukung integrasi dengan HIS maupun SIMRS yang sudah berjalan, sehingga rumah sakit tidak perlu melakukan perubahan besar pada sistem yang ada. Dengan fitur monitoring dan reporting real-time, data untuk kebutuhan akreditasi dapat dipersiapkan lebih cepat, akurat, dan sesuai standar auditor. Proses yang biasanya rumit pun menjadi lebih efisien, hemat waktu, serta minim risiko kesalahan dokumentasi.

    Akreditasi RME tidak harus menjadi beban yang melelahkan. Dengan INOCARE, rumah sakit mendapatkan mitra strategis yang memahami tantangan digitalisasi kesehatan sekaligus menyediakan solusi praktis untuk memenuhi standar akreditasi. Kini saatnya beralih dari proses manual yang ribet menuju sistem yang lebih modern, aman, dan terpercaya.

    Siap mempermudah akreditasi RME di fasilitas Anda? Hubungi tim INOCARE dan temukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit Anda.

Leave A Comment