
Kesehatan adalah hal penting bagi manusia. Kegiatan sehari-hari sangat dipengaruhi kesehatan. Ketika ada gangguan yang parah pada kesehatan, umumnya manusia akan segera pergi ke layanan kesehatan untuk mengobatinya.
Berbagai fasilitas kesehatan yang melayani pasien, kemudian menjalankan operasi dengan sistemnya masing-masing. Banyak diantara fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang masih mengandalkan sistem konvensional (berbasis kertas/dokumen fisik). Jika melihat puskesmas kecil, yang memang biasanya melayani sejumlah kecil pasien saja, tidak akan terasa ada hambatan meski memakai sistem konvensional. Namun, pada rumah sakit yang memiliki banyak pasien, penggunaan dokumen kertas bisa menimbulkan hambatan, terutama ketika pasien membutuhkan penanganan segera. Meningkatnya jumlah pasien juga dapat menjadi hambatan baru bagi manajemen rumah sakit.
Di era digital sekarang ini, masyarakat pun semakin mengharapkan sistem yang bisa bekerja secara praktis, serta efisien dari segi waktu dan tenaga. Beberapa perusahaan telah membuat sistem untuk manajemen fasyankes secara digital, misalnya konsep rekam medis elektronik (RME), dan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit).
MENERAPKAN SISTEM MANAJEMEN DIGITAL PADA FASYANKES
RME DAN SIMRS adalah jawaban dari evolusi teknologi informasi dalam menyederhanakan, meningkatkan, dan mengoptimalkan pengelolaan informasi kesehatan. SIMRS merupakan sistem berbasis digital yang mengintegrasikan data pasien, hasil pemeriksaan, hingga administrasi. Integrasi berbagai data ini secara umum akan meningkatkan kecepatan layanan, karena lebih mudah untuk menambah, mengakses, dan mengelola berbagai dokumen. Sistem konvensional yang masih bergantung pada arsip kertas lebih rentan hilang, rusak, dan sulit diakses kembali saat dibutuhkan.
Beberapa manfaat utama SIMRS diantaraya:
- Akses lebih cepat
Tenaga medis dapat langsung melihat riwayat penyakit, hasil laboratorium, dan resep obat hanya dengan beberapa klik, tanpa harus mencari dari kertas-kertas, atau berbagai dokumen fisik yang menumpuk. - Efisiensi administrasi
Sistem digital rumah sakit dapat mengurangi tumpukan dokumen, dan mempercepat birokrasi. COntohnya perekaman data pasien ke server terpusat. Saat pasien datang kembali, petugas cukup mencari data dengan nomor rekam medis atau NIK, tanpa perlu membuka map arsip kertas yang menumpuk. - Keamanan data
Informasi disimpan dalam basis data digital yang dapat dilengkapi fitur cadangan (backup) dan pengaturan hak akses. Penerapan yang seperti ini dapat mengurangi resiko data hilang/rusak
- Integrasi antar unit layanan kesehatan
SIMRS dapat memudahkan koordinasi antar bagian, mulai dari dokter, laboratorium, farmasi, dan administrasi. Data yang dimasukkan setiap bagian, dapat langsung dimanfaatkan bagian lainnya (real-time).
- Kenyamanan pasien
Berbagai manfaat sebelumnya tentu membawa manfaat bagi pasien. Pasien tidak perlu repot membawa dokumen kertas setiap kali berobat, karena seluruh riwayat medis sudah tersimpan dalam sistem.
Digitalisasi sistem yang dipakai dalam operasional sehari-hari rumah sakit merupakan langkah penting menuju layanan kesehatan modern yang efisien. Penggunaan sistem ini membantu fasilitas kesehatan dan memberikan kepastian bagi pasien dalam proses pengobatan. Penerapan SIMRS memang membutuhkan dukungan dari pihak manajemen, mulai dari tahap sistem apa yang akan digunakan, apakah membuat sendiri (mandiri) atau enggunakan jasa yang terpercaya. Maka, pihak manajemen fasyankes perlu lebih cermat dalam tahap perencanaannya.